“BRUK”
Lala Melemparkan tasnya, dengan muka yang merah seperti kepiting panggang yang suka di jual pak maman di kantin, sangat menggambarkan keadan Lala pagi itu. Gue yakin tue anak pasti kecapean karena bergadang ngurusin persiapan Ulang tahun sekolah kami yang ke50, yach udah hampir satu minggu Lala melanggar aturan Bang H.Roma irama yang mengatakan “ Bergadang jangan bergadang kalau gak ada artinya bregadang boleh saja…” hum’ kok gue malah nyanyi yah?
“ Sial…aaa” suara Lala benar-benar membuat seluruh penghuni kelas, dengan cekatan menutupi telinga mereka masing-masing, Suaranya yang keras dan besar mengingatkan kami pada tokoh Jayen, yang bisa memecahkan gendang telinga setiap kali dia bernyanyi.
’hum” tapi gue pikir suara Lala lebih dasyat karena bukan hanya dapat memecahkan gendang telinga tetapi bisa menjadi racun yang membunuh kami semua. Karena gue mulai kesel dengan tingkahnya yang membahayakan diri gue, mau gak mau gue angkat bicara“ kenapa sie loe..? ngancurin suasana tau gak sih!!”. Lala hanya terdiam mukanya masem banget, gue yakin tue muka lebih masem dari ketek, (gak percaya coba cium loe punya Ketek).
“Lue tau gak Ki ? masa acara ultah di tunda bulan depan! Gue kesel banget, semalam gue udah bergadang ampe pagi buat nyusun proposal, nah tadi pas gue kasih proposal ke kesiwaan katanya acara di tunda bulan depan,, Muak tau gak sih !”
Lala menjawab pertanyaan gue dengan emosi, huh gue ibarat upik abu yang sedang kena imbas kakak tirinya, gue gak nyangka ternyata Lala benar-benar sedang emosi berat, setelah menjawab peranyaan gue, cewek item,tinggi berambut lurus dan hidup lagi itu naik keatas meja dan berteriak
“ Buat guru-guru yang udah bikin gue emosi dan ngancurian acara gue! Gue benci sama kalian and buat hari ini dan hari-hari selama gue bergadang, gue gak mau ngelwatin tue hari lagi! Buat….”BRUK GUBRAK”
Lala tak meneruskan perkataannya karena meja yang ditaikinya tiba-tiba ambruk, ocehan Lalapun berubah menjadi jeritan semua penghuni kelas “ah…Lala”. Lala Nampak lusuh sekali roknya robek karena tersangkut paku meja, aksi selebritisnya berakhir dengan derita. Sepontan kami semua langsung menghampiri tue bocah.
Gue mengingatkan Lala karena bagaimanapun tindakan Lala yang mencemoh guru-guru sangat tidak terpuji. muka Lala semakin lama semakin tak enak untuk di lihat, sepanjang pelajaran tue bocah gak banyak bicara, Mayun salah satu aktivitas Lala saat ini. Sebelumnya gue udah ingetin Lala jangan terlalu aktif di organisasi, karena waktu yang seharusnya iya gunakan untuk istirahat jadi tak bisa di nikmati, tapi Lala selalu bilang kalau sekolah gak ikut organisasi rasanya kaya sayur tanpa garam gitu dech, kata-kata Lala itu malah ngingetin gue ama Inul Daratista. “ Net...”
“ Ach…akhirnya bunyi juga tue bel.” Lala mulai terdengar bersuara, mukanya juga sudah tak seperti kepiting bakar lagi, lala terlihat lebih tenang
“Eh…ki mau bareng gak loe?”
Gue agak sedikit terperanjak ternyata kemarahannya cepat menghilang, itu lah ke istimewaan Lala cewek yang memiliki kepribadian ganda ini memang sangat istimewa di banding sobat-sobat gue lainnya, hum gue katain tue bocah memiliki kepribadian ganda karena sikapnya yang tomboy akan tetapi tetap cantik dan feminim, yach di balik kecantikannya ada sikat keras seorang lelaki, tapi sikap keras itu terkadang hilang tergantikan sebuah kelembutan yang benar-benar tak dapat di ungkapkan kata-kata.
“Woy neng bengong lagi loch! Jadi gak sih?”
Lala menepuk pundak gue, tepukannya menghancurkan semua ilustrasi yang gue bentuk tentang dia. ‘hum’ buru-buru gue jawab pertanyaan tue anak “jadi donk neng..! ya udah ayo”
**********
Statsiun Rangkasbitung Menjadi saksi persahabatan gue dengan lala, mungkin gedung tua yangkini sudah mempercatik diri hapal betul siapa gue dan cewek itam yang selalu bersama gue, yah karenahampir setiap hari kami bersentuhan dengan batu krikil di sepanjang rel,” huh’ itu semua karena keterpaksaan gue dan lala awalnya terpaksa menyusuri rel kereta api menuju terminal, karena ngirit kantong, maklumlah orang tua kami berdua terkena imbas krisis ekonomi global begitu juga dengan kami “SMKN 1 Rangkasbitung” tempat kami kini memakan limpahan menu pendidikan, sekolah yang jauh dari jalan raya namun ada di pusat kota rangkasbitung menjadi saksi betapa mirisnya perjuangan kami menempuh pendidikan demi masa depan bersama, ‘yah” Demi kelangsungan hidup ibu pertiwi yang sengat kita cintai dan agung-agungkan.
“ki..kapan yach kita punya mobil?” lala membuka keheningan yang tercipta di antara kami sepanjang perjalanan menelusuri batu krikil yang menjadi saksi ribuan puluh kreta api yang sudah pernah melewati statsiun kota Rangkasbitung, gue gak pernah memperdulikan perkataan lala yang menurut gue gak masuk akal, tetapi ternya gue salah, lala memaksa gue untuk angkat bicara dalam permaslahan ini “Woy.. neng bengong lagi kan loe! Kurang gizi yah loe?”
“hum…” gue mulai kesel ama toe bocah, jangan mentang-mentang badan gue kecil terus gue di katain kurang gizi OMG dunk merusak reputasi “ loe toe kalau mikir yang bener donk la! Masak kita mau bawa mobil kesekolah, emang cukup garasi sekolah kita?......”
Lala terdiam sesaat iya melontarkan tawanya “haaaaaaaa” upch, gue segera menutup telinga gue udah pernah bilang suara lala seperti racun yang bisa membunuh. “ haa ngomong aja gak baka kebeli neng , jawab gitu aja kok susah!”.
“ Nah kalau udach tau jawabanya kenapa loe nanya gue! Stress banget loe.!” Gue udah yakin tue bocah bakalan ketawa so buru-buru gue angkat kedua tangan gue membentuk segitiga lancip menutipi telinga.
“udh sampai nie! Pisah di sini yah! Dach….!’’ Lala melambaikan tangannya. Sementara gue secepatnya menuju loket karcis, karena sebentar lagi kereta jurusan yang akan gue naikki akan segera tancap gas…… “huh, inilah nasib gue yang harus bolak-balik Rangkas-tigaraksa untuk mengenyam pendidikan, terkadang gue berpikir kenapa gue harus jauh-jauh sekolah di Rangkas, tapi entah lah sampai saat ini gue gak tau kenapa alasan ortu gue nyekolahin gue di SMKN 1 Rangkas bitung.
“ Ku kira kou setia pada koe dan ternyata koe menduakan koe sungguh hatiku tak percaya,…. Cukup sudah diri koe alami perjalanan cinta rangkas tiga raksa… “ petikan lagu Kpj ( Kumpulan Pengamen jalanan ) itu membuat gue sadar kalau bentar lagi gue sampai di statsiun tigaraksa, “ neng… karcis” seorang petugas kereta api menghampiri, sesaat gue merogoh kantong dan mengeluarkan secarik kertas yang gue pikir itu karcis kereta api, tapi ternyata …gue mulai tersadar petugas itu tertawa geli. “ow..ow..ow..! gue segera merampas kertas itu di tangannya, sontak saja peristiwa itu ternyata membaut para penumpang memindahkan pusat perhatiaanya kepada gue, tapi petugas itu sepertinya mengerti dia segera berlalu dan pergi setelah menerima karcis dari gue, huh… peristiwa itu benar-benar membuat gue malu, soalnya kertas yang gue pikir karcis itu adalah surat cinta gue dari ka predi, maklum gue gak punya hp’ yach karena krisis tadi gue gak bisa beli hp,and gue yakin kalau petugas tadi membaca surat itu walaupun hanya sebait. “grek” kereta terhenti, buru-buru gue turun dari kereta , hum … gue udah gak sabar bertemu dengan hari esok, gue yakin lala pasti bakalan ngasih cerita yang sangat seru dan itu semua yang selalu menjadi penyemangat gue buat sekolah walaupun gue harus berjuang melawan ratusan orang yang berdesak-desakan di gerbong kereta api,
***********
Pagi itu ada yang aneh dengan lala, 100% bawelannya hilang, sejak tadi datang di hanya melamun saja, mula-mula kami sepakat itu semua pasti karena masalah rencana pemunduran acara ultah sekolah kami, tapi ternyata itu salah, ultah akan tetap di laksanakan pada waktunya, lalu ada apa dengan lala? Gue jadi gak semangat sekolah nui! “Kenapa loe la?” gue menatap mata lala, hum…. bergaya seolah menjadi detektif gitu dech.! Tapi gue salah lala malah pergi begitu saja.
Perubahan lala menjadi seorang yang pendiam langsung menyebar di sekolah, bukan tidak mungkin karena lala cukup terkena di sekolah, pertama anak-anak sepakat pasti peristiwa itu akan segera berkahir, akan tetapi duagaan kami salah lala terus menjadi Mis sumpel( sebutuan untuk orang bawel yang berubah menjadi pendiam), hingga setelah gue sadar satu bulan telah berlalu. selidik punya selidik ternyata lala menjadi pendiam karena anak-anak kelas gue ngatain dia gak normal, yach…. Karena sampe saat ini tue bocah masih menyandang status JOMBLOBER ABADI, sontak saja semua langsung meminta maaf kepada lala, dan loe mau lala jawab apa “?” ( dia gak ngomong apa-apa Cuma manyun aja berlaga kaya Luna maya yang dimintai maaf oleh para wartawan, ketika salah satu kamera wartawan mengenai kepala Alea putri kandung aril yang sedang di gendongnya… “anjrit gosiver banget yah gua”). “hum’ seluruh penghuni kelas merasa bersalah kepada lala, karena akibat ulah mereka lala menjadi murid baru di kelas, selain itu semua kegiatan organisasi lala tinggalkan , tentu saja itu semua membuat semua pengurus osis kelimpungan mengurusi kegiatan ultah sekolah yang akan dilaksanakan tiga hari lagi sementara ketuanya berubah menjadi Mis sumpel.
Gue makin penasaran ama tue bocah,setiap pulang sekolah dia selalu buru-buru kabur ninggalin gue, tentu perjalanan menyelusuri rel kereta api menjadi sepi,karena udah gak kuat melihat perubahan lala, akhirnya gue memutuskan untuk menjadi detektif dadakan, siang itu gue sengaja pulang lebih dulu dari lala, biar lala gak curiga kalau gue ngikutin. Gue sengaja ngumpet di distatsiun, karena gue yakin lala pasti lewat sini, dan ternyata gue bener gue liat tue bocah lewat, aksi segera di mulai, gue terus ngikutin bocah item itu hingga keterminal tempat dia biasa naik angkot, tapi gue aneh lala ko terlihat ceria banget sih,gua segera menyelinap kedalam warteg setelah tau lala menoleh kearah gue, setelah memestikan aksi gue gak ketahuan gue segera keluar, lala terlihat menunggu seseorang dan ternyata dugaan gue tepat seorang cowok bule datang menghampirinya, yang bikin gue aneh tue cowok ternyata kenet angkot, ribuan pertanyaanpun muncul dalam benak gue “siapa tuh cowok? Kenapa lala terlihat senang sekali bersamanya?” .
“BRUK” “Sory…..!” seorang cowok terjatuh di hadapan gue, hampir aja tue cowok nyerunduk gue,hum kalau sampe tue cowok jatuh mengenai tubuh gue “OMG”gak banget deh!. Tapi yang bikin gue kaget ternyata tue cowok , cowok yang tadi bersama lala, buru-buru gue tutup muka gue dengan buku, cowok bulue itu sesaat tersenyum OH MY GOODZ senyumnya benar-benar mempesona, gue yakin seribu satu orang di dunia ini yang memiliki senyum manis seperti yang di miliki ini coeok, ketulusan begitu terpancar jelas di matanya. Tapi bukan saatnya gue mengagumi ni cowok yang harus gue lakukan saat ini adalah....NGABRIT………..
*********
“Maksud loe apa ngikutin gue! Loe mau belaga jadi detektif! Loe jangan bikin gue kesel ki! Selama ini gue anggap loe tue temen baik bocah, tapi gue gak nyangka ama sipat loe yang berubah itu ki!”
pagi itu gue gak nyangka kalau lala akan seperti harimau Sumatra yang baru lepas dari kandangnya, gue benar-benar ngeri ngelaitnya, tapi gak gue harus selesain masalah ini ama lala, gue gak ada maksud buat ngerusk persahabatan kami berdua. “la ? sebenarnya loe yang berubah,Bukan gue! Lue tue kena virus dari mana sih , loe so misionis dan gue ngerasa hal itu benar-benar mengganggu persahabatan kita berdua!”
“tapi bukan begitu caranya ! “ lala terlihat mulai sedikit tenang,” gue tau gue salah karena gue gak cerita hal ini am aloe ki! Tapi itu semua gue lakukan karena gue malu am aloe, gue takut loe ngetawain gue ki!”
Gue hanya terdiam, gue bermaksud memancing lala agar berbicara lebih banyak lagi, dan UPS ternyata pancingan gue pas sasaran, perlahan lala mulai kembalil berbicara.
“sebenarnya gue gak mau cerita ini ama loe ki, tapi apa boleh buat ini semua demi persahabatan kita agar tidak terjadi miss comunicasion, gue ketemu dendi sebulan yang lalu!
“Dendi???”
“yach dendi, dia kenet angkot yang bias ague taikin, awalnya gue ngerasa aneh ama tue orang, dia pendiam, jauh dari kenet angkot yang seharusnya, wajahnya juga berbeda dia tampan, manis dan baik, gue yakin loe udah pernah liat tue orang, tapi yang bikin gue aneh dia seperti anak kecil ki, awalnya gue Cuma ngerasa kasihan sama dia, karena ternyata dendi buka keneta angkot sungguhan, dia seorang pelajar sama seperti kita berdua, tapi malangnya seorang Iblis yang tak mau bertanggung jawab telah menghancurkan semua cita-citanya, dia korban tabrak lari, maka dari itu jiwanya terguncang dan dokter bilang dia terkena geger otak dan loe tau orang geger otak tue kaya gimana?”
“hum, seperti orang gila?” gue berbicara dengan sangat hati-hati karena takut melukai perasaan lala.
“husss” lala menarik napas, “ loe bener dia gila,” lala menundukan kepalanya, tapi ada banyak impian yang tersimpan di dalam matanya hal itu yang memebuat gue ….” Lala tak meneruskan perkataanya, sesaat iya terdiam… “gue jatuh cinta ama tue cowok”
“hahaaa” gue ketawa, sementara muka lala terlihat menunduk malu “lala sayang jadi loe kena virus angkot!!” gue sedikit menggoda lala.
“what? Virus angkot? Gue baru denger, apa setelah virus H1N1 Dan H1N5 ada virus lain?
Gue aneh ama nie bocah pura-pura gak tau atau beneran oon sih? “woy…virus angkot alias virus cinta!”uajr gue kesal karena kebodohan lala, sementara lala hanya tersenyum malu, mukanya memerah gue makin aneh ama nie bocah tapi gue sedikin mengambil kesimpulan, kalau nie anak “hum lala jadi loe beneran kena VIRUS ANGKOT???”
Rela mutiara ( Relaxap1@yahoo.co.id )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar